Aku pernah merasa hidupku begitu sempurna.
Bahkan segala kekurangan yang ada pada diriku semuanya bisa kuterima sebab merasa begitu bersyukurnya dalam hidup.
Saat ini rasa bersyukurku atas segala hal yang masih ada di dunia dan pada diriku baik kelebihan maupun kekuranganku.
Aku mensyukurinya.
Tapi, kebahagianku telah punah.
— —
Kiranya sepekan sebelum kejadian itu.
‘Aku bersyukur banget sama hidupku sekarang, keluargaku semuanya sehat, keluragaku juga lagi ga kekurangan materi, aku dapet kerjaan disini, dan aku punya kamu orang yang sayang banget sama aku’
‘Kamu juga harus beryukur, keluargamu tidak kekurangan materi apapun, keluargamu sehat semua, kakamu, adikmu, kamu, jadi semua, mamahmu sehat, kamu punya kesenanganmu (ponakan), keluargamu sedang dalam kebahagiaan, dan kamu punya aku orang yang juga sayang banget sama kamu’
*Walaupun saat itu ada kesedihan diantara kami, tapi rasa syukur dalam hati harus selalu ada.*
— —
Rasanya aku salah.
Aku salah untuk segalanya.
Sekarang keluargamu sedang dalam duka.
Duka yang tidak akan pernah pulih.
Duka yang didalamnya ada rindu yang takan pernah sedikitpun dapat terobati.
Keluargamu telah kehilangan 2 manusia yang paling mereka cintai karena kepergianmu.
Hingga rasanya aku bisa merasakan tangis Ibundamu.
Karena pedih yang kurasakan begitu perihnya.
Bagaimana dengan beliau yang bahkan saat mengandungmu saja terus mempertahankanmu, padahal kamu sering menceritakan bahwa kondisimu saat dalam kandungan adalah kondisi yang membahayakan keselamatan ibunda.
Aku ingin memeluk mamahmu dengan kasihku.
Tapi sayang kasihku takan pernah sampai.
— —
Aku masih merindumu.
Sampai jumpa sahabatku.
Sahabat surgaku.
Dubai
13 juni 2022
00:56 am
No comments:
Post a Comment