Hai adikku yang paling besar
Yang naik berat badan dikit jeleknya keliatan, turun berat badan dikit gantengnya keluar haha.
Yang sekarang lebih sering menganggapku adik ketimbang kakanya
Selamat bertambah usia ya
Maafin ya dulu waktu kecil aku sering banget fitnah kamu
Biar lebih di bela abang pertama hahahaha
Ingetkan waktu aku fitnah kamu pas kita masih sd, aku bilang aku kesetrum gara-gara kamu jijikin kabel, padahal kabel nyolok kelistrik ajah engga, terus kamu yang kena marah abang karena dibilang itu bahaya banget. Ngakakk bangettt.
Ya Allah dzolimnya hamba.
Maafin ya dulu waktu kecil aku kurang perhatian
Maafin dulu waktu kecil aku sering me remehkanmu
Maaf dulu sering mukul atau ributin kamu
Sampe ada satu ketika kamu bisa nahan pukulanku dan mukul balik aku, dari situ aku mulai sadar tenagamu sudah jauh lebih besar dariku
Dari situlah aku sudah gamau berantem sama kamu
Bukan karena takut dosa, tapi males kalah haha
Maaf dulu waktu kecil aku sering nendangin kamu berebutan kasur kita yang sangat super duper sempit (duh susah banget ya kita waktu kecil haha sampai kasur ajah berebutan, rumah ga sempit-sempit banget tapi berantakan dan ga ada kasur).
Tahukah kamu rasa menyesalku masih terbekas sampai saat ini soal itu.
Maaf atas ke dzoliman2 waktu kita masih kanak-kanak
Maaf seribu maaf kamu adik yang paling sering ku dzalimi ketimbang si yang paling kecil yang dulu sangat ku sayang.
Sebenernya aku dulu kecil sayang banget sama kamu tapi sekarang aku baru sadar bahwa usia kita hanya terpaut 2 tahun, dunia kita tak jauh berbeda.
Aku mengharapkan kamu menjadi adik yang penurut
Tapi ketika kamu melawan ternyata rasa kesalku membuncah.
Aku masih ingat, aku sering menasehatimu ini dan itu
Tapi kamu tak pernah mau dengar, dan aku merasa tidak di hiraukan
Sampai akhirnya aku sendiri merasa kecewa sebagai kaka tidak pernah di dengar, bahkan kadang kamu jauh lebih mendengar orang lain ketimbang aku
Aku yang tidak sadar bahwa sifat ingin tahumu sangat besar, terlebih kamu laki-laki, aku yang tidak sadar mungkin rasamu ingin menaklukan dunia sedari kecil jauh lebih menggelora ketimbang aku hingga mungkin nasihatku menjadi pantang kamu dengarkan, hingga akhirnya dari ingin menjadi kaka yang menyayangimu berubah menjadi yang mendzolimimu.
Tapi aku tahu dibalik cerita masa lalu kita, aku masih rasakan selalu bahwa kita saling mencintai satu sama lain, selalu. (Even saat melihatmu di hukum karena aku memfitnahmu dulu kala itu aku minta maaf dalam hati kok hahahhaha sambil bilang mampus tapi wkwkwkwk)
Oh iyaaa
Aku masih ingat sekali waktu sepupu kita yang begitu jangkungnya sedari kecil, baru mempunya sepeda baru yang bahkan untuknya saja masih terlihat kebesaran juga.
Kamu yang ukuran tubuhnya tidak jauh lebih besar dariku saat itu, kita berada di ukuran tubuh yang setara kala itu, seingatku kamu masih sedikit lebih kecil dariku.
Kamu bersemangat sekali ingin mencoba sepedanya, benar-benar aku masih ingat ekpresi wajahmu sangat ingin mencoba, saat itu kita memang suka sekali sepeda tapi sayangnya ayah dan mamah tidak menyanggupi.
Jadi ketika ada saudara yang mempunyai sepeda aku tau bagaimana rasanya ikut bahagia untuk itu.
Lalu aku bilang padamu ‘jangan coba itu, itu masih kegedean banget untuk kita, gua ajah gamau coba’
Aku yang lebih dulu ambil ancang-ancang untuk mencoba sudah menaiki seeda itu, tapi mengurungkan diri tidak jadi.
Tapi dengan sotoynya kamu masih bersihkukuh dan ingin mencobanya.
Kamu menyiapkan posisi diatas sepeda besar itu.
Aku tahu perasaan senangmu ingin mencoba, tapi merasa tidak di dengar juga membuatku marah.
Kutinggalkan kamu dengan sepupu kita dan sepeda besar gigi itu.
Setelah berbalik badan dan baru beberapa langkah menuju rumah.
Ku dengar suara benda berat jatoh. *gubrakkk
Samar aku melihatmu terdiam dan seperti menangis
Seperti tungkurap diatas aspal sambil mengangkat kepalamu dan tanganmu seperti bayi tungkurap.
Ya memang kamu menangis ternyata.
Lalu aku berkata. ‘Tuhkan rasain, makannya dengerin’
Tapi kamu masih terdiam dan tidak bangun. Lanjut menangis.
Dalam hatiku, jelas saja kamu jatoh sepedanya 3 kali lebih besar darimu, dan kamu belum pernah mencoba sepeda gigi, bahkan menaikinya saja kamu butuh pijakan yang sangat tinggi.
Sampai aku pikir ‘ah kamu cengen banget, Jatoh begitu saja nangis’, ada rasa kesihan padamu tapi aku yang merasa menang tidak di dengar lalu kamu terjatuh ingin melanjutkan pulang kerumah dengan benak membirakan kamu bangun sendiri.
Ternyata ada tetangga sebaya melewati kita bilang kalo palamu berdarah.
Hah pikirku, aku tidak lihat ada darah saat berbalik melihat ke sumber suara gubrak tadi, aku hanya lihat kamu jatuh.
Ternyata aku baru sadar setelah dewasa ini bahwa mines mataku sudah sedari kita masih kecil sekali.
Aku menuju ke arahmu dan benar kulihat palamu berdarah, kamu tahu rasa sedihku sebagai kaka langsung sedih sekali.
Aku langsung nyesal kenapa ga sedari mendengar suara sepeda jatuh aku berlari membantumu berdiri, kenapa aku mengikuti egoku dan malah ingin meninggalkanmu.
Aku kembali padamu dan sepupu kita yang hanya terdiam terpaku melihatmu terjatuh haha
Lalu aku membawamu pulang, sedihnya melihat jidatmu berdarah yang tidak sedikit ternyata, jelas saja palamu yang kecil itu dulu (sekarang gede banget kek babon) mencium langsung aspal yang begitu kasarnya.
Untuk jaraknya tidak jauh dari rumah, jadi kamu cepat di obati, *saat itu begitu syukurku hanya jarak 2 rumah
Rasanya pasti akan lebih sedih kalo kejadiannya jauh dari rumah pasti aku membawamu pulang dengan darah mengalir dari jidatmu dan kamu menangis dengan jarak yang jauh pasti menyedihkan
Maaf atas kesalahan-kesalahanku waktu kita kecil ya, tapi sampai saat ini sugguh rasa sayang ini begitu besarnya, hanya saja saat kita kecil aku tak bisa mengontrol egoku.
Tapi aku sadar kamu juga sangat menyayangi ku dan banyak sekali hal-hal dariku dulu yang aku rasa tanpa kamu sadari kamu ikuti haha, atau mungkin aku yang ke geeran kali ya haha
Contohnya dulu kamu suka ikut-ikutan ngidolain artis yang aku idolain haha :p
Eh sekarang kita udah gede banget yaaa
Waktunya bahagian mamah ayah, bahagian keluarga, lindungin keluarga.
Masih banyak kekurang kita dalam hidup.
Ingat ya ndan kita hidup di dunia ini hanya sementara.
Ingat Allah SWT semua yang kita dapat di dunia ini dari-Nya, dunia ga akan pernah habis bila hanya terus di kejar tanpa mengingat-Nya, dunia kita ini ga ada apa-apanya, semuanya akan kita tinggalkan ketika wafat.
Jauhin hal-hal yang menjauhi kita dari Allah.
Mungkin sekarang gua yang lagi inget, nanti kalo saat lu yang lagi inget dan gua yang lupa, tolong di ingetin gua ya.
Ke-imanan manusia memang bak air laut, ada pasang dan surutnya, tapi air laut tidak pernah benar-benar hilang. Dan semoga keimanan dalam hati tak pernah mengering seperti sumur air zam-zam.
Mari kita menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat.
Tidak lupa segala doa-doa dan kebaikan mengiringi langkahmu, segala yang menjadi cita-citamu, segala yang menjadi rencana dan impianmu dapat terwujud dengan izin Allah dan usahamu.
Dijauhkan dari segala hal yang menyakiti hati dan membuat lelah jiwa.
Menjadi semakin soleh, menjadi anak, adik, abang, dan paman yang dibanggakan keluarga.
I love you so much.
Salam cinta
Dari saudari perempuanmu
Fitri rizkiah
Dubai
14 juni 2022
1:05am