Friday, October 3, 2014

Mencintai dalam diam (penggemar rahasia)

Memandangnya dari jauh.
Memperhatikan pergaulannya.
Memperhatikan prilakunya.
Melihat senyum tawanya.
Melihatnya saat dia sendiri dengan kesibukannya dan terlihat begitu serius.
Melihatnya sedang menikmati suasana damai.
Dan Melihatnya yang tidak pernah melihatmu.
Itulah saat kau menyukai seseorang yang tidak mengenalmu.
Saat dimana kau menyukai kakak seniormu.

Dia kaka kelasku, yaa dia kaka kelasku, seseorang yang dulu pernah aku sukai yang tanpa diketahuinya bahwa aku menyukainya, aku tau banyak teman perempuanku yang juga menggemarinya, yang lebih cantik dariku, yang lebih berani dariku, yang lebih asik, dan yang terlebih lagi mereka bertindak!. Membuatku hanya menjadi penggemar rahasianya, membuatku hanya tersenyum dari kejauhan, membuatku hanya terdiam diri, tanpa ingin membuatnya tahu kalau aku menyukainya karna aku tahu itu hanya akan membuatku malu, bukannya kawan-kawanku yang menyukainya jauh melebihi aku?. Aku hanya berdiam ketika aku tahu temanku ternyata dekat dengannya, walau hubungan mereka hanya sebagai senior dan junior, tapi bukankah hal itu juga bisa terjadi padaku?, memulai pembicaraan tanpa mengharapkan apa-apa, dan hanya dalam posisi masing-masing, aku sebagai junior dan dia senior?, kenapa aku tidak mencoba untuk memulainya?, ahk.. Kurasa itu semua telah terlambat bagiku, namun sampai saat ini dia masih tetap ada dalam pikiranku walau hanya sekadar mampir saja (termasuk kekita aku sedang menulis ini), Tapi kini prasaanku telah berubah, kini aku hanya mempunyai rasa gemar kepadanya, benar-benar rasa gemar sebagai penggemar tidak lebih, sekarang tidak menyesakan lagi ketika ku tahu temanku masih dekat dengannya, tidak menyesakkan lagi ketika ku tahu bahwa penggemarnya lebih banyak lagi, ku biarkan rasa ini menjadi terbiasa dan sekarang memang sudah biasa, aku tak harus memikirkannya lagi.

Kalian tahuu?
Dia takan tau keberadaanmu, jika bukan kamu yang mencobanya.
Dia takan tau kehadiranmu, jika bukan kamu yang menyapanya.
Jadi mulailah.

Friday, August 15, 2014

Sahabat sebangkuku (my illusion)

Aku rindu teman sebangkuku, aku ingin dia kembali, aku ingin dia disampingku lagi, ocha (ya ocha nama yang kuberikan untuknya) teman sebangkuku yang setia selalu berada disampingku, yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, dia tidak pernah menghianatiku, dia selalu berada didekatku, dia selalu menjagaku, aku merindukannya, dia yang selalu diam saat semua berbicara, dia yang ikut tersenyum dan ikut bahagia atas kebahagiaanku, dia yang paling mengetahui bagaimana diriku, dia yg selalu tersenyum ketika aku melihat kearahnya, aku merindukannya.
Dia yang selalu ada disisiku disaat mereka datang dan pergi ditempatku, pergi lalu kembali lagi, dia yang selalu ada saat mereka tidak ada, dia yang selalu disampingku saat mereka berpindah-pindah kursi dengan sesukanya, dia yang selalu mengalah ketika yang lain duduk bersamaku, namun aku sedih ocha selalu menghilang ketika mereka kembali kekursiku, ocha tidak lagi bersamaku, tidak dalam fikiran atau pandanganku, aku bergembira dengan kedatangan mereka kembali, namun saat mereka pergi aku merasa kesepian lalu ochalah yang datang dan kembali menghiburku, aku merindukannya.
Namun sekarang aku sudah tak kesepian lagi saat tidak bersamanya, aku sudah mempunyai teman sebangku, aku senang ocha tidak kembali lagi, aku senang namun aku merindukan suasana seperti dulu bersama ocha, merasa sendiri karena aku memang benar-benar sendiri. Namun aku senang aku tidak sendiri lagi.

Untuk ocha sahabat halusinasiku yang selalu duduk disamping menemani aku yang sendirian.